PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN

komunikasi

komunikasi merupakan sebuah proses pemindahan pertukaran pesan yang dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan data atau informasi dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk mempegaruhi dan / atau mengubah informasi dan tingkah laku orang yang menerima pesan. Sebuah proses komunikasi terdiri dari tujuh tahap:

  • Munculnya gagasan (tentang pesan)
  • Perumusan pesa (encoding)
  • Pengiriman pesan (transmission)
  • Penerimaan (reception)
  • Penafsiran pesan (decoding)
  • Pemahaman pesan (understanding)
  • Penyampaian umpan balik (feedback)

Namun, tiga tahap terpenting dalam komunikasi adalah encoding dan decoding, transmission, dan feedback.

Manajemen sebagai sebuah proses memerlukan komunikasi dan manajer yang efektif dapat dikatakan pula sebagai seorang komunikator yang efektif. Tak ada yang lebih penting dalan hal efektivitas seorang pemimpin atau manajer daripada kemampuannya untuk menyampaikan informasi secara tepat, relevan, dan dapat dimengerti oleh anak buahnya. Elemen-elemen siklus menejemen seperti peneatan sasaran, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan tidak akan memiliki nilai praktis apabila para anggota organisasi tidak megetahui apa yang diharapkan dari mereka dan mengapa. Pentingnya komunikasi dalam manajemen telah berkembang sebagai kunci keberhasilan seorang manajer. Penyampaian gagasan dan keputusan secara tepat dan efektif, baik untuk tujuan internal meupun eksternal sangat diperlukan.

Hambatan dalam komunikasi

  1. Hambatan dari Proses Komunikasi
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian atau simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima atau mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
  1. Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

  1. Hambatan Semantik.

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima

  1. Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

DAFTAR PUSTAKA

Ruky, A.S. 2002. Sukses sebagai manajer professional tanpa gelar MM atau MBA. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s