PENGORGANISASIAN

Disusun oleh :

Asmarani Shabrina – 11512212

Kelas: 3 PA 08

PENGORGANISASIAN

PENGERTIAN

Organisasi berasal dari kata organum (alat), bagian, atau komponen-komponen. Dalam pendekatan manajemen, organisasi memiliki dua arti umum, yaitu mengacu pada suatu lembaga (institusi)/kelompok fungsional, dan mengacu pada proses pengorganisasian. Proses pengorganisasian merupakan cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara anggota organisasi, sehingga organisasi diharapkan melaksanakan fungsi penting untuk membantu ketidakmampuan anggota sebagai individu dalam rangka mencapai tujuan yang sulit untuk dicapai sendiri.

LANGKAH-LANGKAH PENGORGANISASIAN

  • Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan organisasi agar sesuai dengan misi dan visinya.
  • Membagi beban kerja kedalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan memadai (dapat dilakukan oleh seseorang atau sekelompok)
  • Mengkombinasikan pekerjaan anggota organisasi dengan cara yang logis dan efisien
  • Menetapkan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
  • Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningatkan efektivitas

Factor-faktor spesifik yang menentukan struktur organisasi diantaranya; pemakaian teknologi, lingkungan organisasi dan pandangan hidup para anggotanya.

ASAS-ASAS ORGANISASI

Merupakan berbagai pedoman yang secara maksimal hendaknya dilaksanakan agar diperoleh suatu struktur organisasi yang baik dan dapat berjalan dengan lancar.

  1. Perumusan tujuan organisasi

Jika tujuan utama dibuat dengan jelas, maka akan memudahkan dalam hal penetapan haluan organisasi, pemilihan bentuk organisasi, pembentukan struktur organisasi, kebutuhan para pejabat, penyumbangan pengalaman, kecakapan, dan daya kreasi anggota organisasi.

  1. Departemenisasi

Departemenisasi merupakan aktivitas untuk menyusun unit-unit organisasi yang diperlukan dalam rangka melaksanakan fungsi yang ada. Dalam deparrtemenisasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya jumlah unit organisasi yang dibuat hendaknya sesuai kebutuhan, perluasan aktivitas hendaknya ditampung terlebih dahulu pada unit organisasi, dan nama satuan organisasi hendaknya tertib sehingga dapat diketahui fungsinya melalui nama itu.

  1. Pembagian kerja

Asas ini dikaitkan dengan pejabat yang akan menempati jabatan dalam unit organisasinya agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik.

  1. Koordinasi

Suatu organisasi harus memiliki keselarasan aktivitas diantara unit organisasi atau diantara pejabatnya. Koordinasi dapat lebih menjamin kesatuan sikap, tindakan, kebijakan, dan implementasi.

  1. Pelimpahan wewenang

Hak pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik

  1. Rentangan control

Jumlahh terbanyak bawahan langsung yang dapat dipimpin dengan baik oleh seorang atasaan tertentu

  1. Jenjang organisasi

Tingkat-tingkat satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas, dan wewenang tertentu  menurut kedudukannya dari atas kebawah dalam fungsi terntentu

  1. Kesatuan perintah

Tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya dapat diperintah dan bertanggung jawab kepada seorang pejabat atasan tertentu

  1. Fleksibilitas

Dapat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas sampai batas-batas tertentu. Dengan adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan komunitas organisasi bisa bertahan. Terdapat empat elemen dalam struktur organisasi, yaitu;

  • Spesialisasi aktivitas, mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja diseluruh organisasi (pembagian kerja) serta penyatuan tugas-tugas tersebut kedalam unit kerja
  • Standardisasi aktivitas, merupakan prosedur yang digunakan untuk menuju kelayakdugaan aktivitasnya
  • Koordinasi aktivitas, yaitu prosedur dalam memadukan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi
  • Besar unit kerja, berhubungan dengan jumlah pegawai yang berada dalam suatu kelompok kerja.

Contoh bagan organisasi

FAKTOR PENENTU STRUKTUR ORGANISASI

  1. Strategi dan struktur organisasi
  2. Teknologi sebagai penentu struktur
  3. Ukuran
  4. Lingkungan

BENTUK ORGANISASI

  1. Organisasi garis
    Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi didalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan bawahannya.
  2. Organisasi garis dan staf
    Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :
    Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
    b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.
  3. Organisasi garis dan staf
    Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :
    Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
    b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf. Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang bersangkutan.
  4. Organisasi komite/panitia : pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite.
    Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat keputusan bersama-sama.

PRESTASI ORGANISASI

Sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat tergantung pada keberhasilan para manajernya dalam melaksanakan tugas. Jika manajer tidak melakukan tugasnya dengan baik, maka organisasi akan gagal mencapai suatu tujuan. Manajer yang efisien menghasilkan output atau hasil sebesar-besarnya dengan input (pekerja, bahan, dan waktu) sekecil-kecilnya. Manajer yang berhasil menekan biaya sumber daya untuk mencapau tujuan berarti adalah menejer yang efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Umar, Husein. 2000. Business: An Introduction. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s