PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN PERSONAL

KONSEP PENYESUAIAN DIRI YANG SEHAT

Selama masa remaja orang mengalami banyak tantangan. Para remaja biasanya dihadapkan pada berbagai perubahan yang cepat dalam hal berat badan dan perubahan bentuk tubuh, kematangan seksual, kemampuan kognitif yang baru serta berbagai tuntutan dan harapan dari keluarga, teman, dan masyarakat. Senada dengan itu, lingkungan menuntut serta mengharapkan yang berbeda pada remaja tersebut. Para remaja tersebut diharapkan dapat menunjukkan identitas diri dan harus dapat membentuk identitas diri.

Dari segi psikologi, penyesuaian diri memiliki banyak arti, seperti pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani frustasi dan konflik, ketenangan pikiran atau jiwa, atau bahkan pembentukan simtom-simtom. Itu berarti belajar bagaimana bergaul dengan baik dengan orang lain dan bagaimana menghadapi tuntutan-tuntutan pekerjaan. Tyson menyebut hal-hal seperti kemampuan untuk beradaptasi, kemampuan berafeksi, kehidupan yang seimbang, kemampuan untu mengambil keuntungan dari pengalaman, toleransi terhadap frustasi, humor, sikap yang tidak ekstrem, objektivitas, dan lain-lain (Tyson, 1951). Kita memang sulit mendefinisikan penyesuaian diri secara singkat, namun dapat dikatakan bahwa, penyeseuaian diri adalah cara individual atau khusus organisme dalam bereaksi terhadap tuntutan-tuntutan dari dalam atau situasi-situasi dari luar. Untuk beberapa orang mungkin reaksi ini bisa efisien, sehat, atau memuaskan, sementara untuk orang lain reaksi ini melumpuhkan, tidak efektif, atau bahkan patologik.

Orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah orang yang memiliki respons-respons yang matang, efisien, memuaskan, dan sehat. Sebaliknya, orang yang neurotik adalah orang yang sangat tidak efisien dan tidak pernah menangani tugas secara lengkap. Istilah “sehat” berarti respons yang baik untuk kesehatan, yakni cocok dengan kodrat manusia, dalam hubungannya dengan orang lain dan dengan tanggung jawabnya. Singkatnya, meskipun memiliki kekurangan-kekurangan kepribadian, orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dapat bereaksi secara efektif terhadap situasi-situasi yang berbeda, dapat memecahkan konflik-konflik, frustasi-frustasi, dan masalah-masalah tanpa menggunakan tingkah laku simtomatik.

 

PERTUMBUHAN PERSONAL

Kita sebagai manusia akan selalu mengalami dua aspek pertumbuhan pribadi. Pada satu pihak, kita mempunyai irama dan bobot pertumbuhan pribadi yang sifatnya individual. Irama serta bobot pertumbuhan ini mungkin cepat mungkin juga lambat, mungkin sehat dan berlangsung secara baik dari tahap yang satu ke tahap lainnya, mungkin sangat menggembirakan dan menghasilkan suatu pribadi yang normal. Namun ada juga orang yang irama serta bobot pertumbuhannya kurang baik, kurang sehat, sehingga pribadi yang dihasilkan kurang sehat.

KONSEP YANG BERKAITAN DENGAN PERTUMBUHAN PERSONAL MELIPUTI PENEKANAN PERTUMBUHAN DIRI

Perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogeniesis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, akulturasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.

 

Sumber:

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Jogjakarta: Kanisius.

Ardani, Tristiadi Adi. 2011. Psikologi Abnormal. Bandung: Lubuk Agung.

http://shellafa.blogspot.com/2013/05/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s