STRES, COPING, DAN TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

Arti Penting Stres

Stres merupakan kerusakan yang muncul ketika kemampuan coping tidak memadai untuk memenuhi tuntutan lingkungan yang dipersepsikan. Makin tinggi stres seseorang pada perubahan yang terjadi dalam kehidupannya, makin tinggi pula kecenderungan untuk mengalami penyakit yang serius dalam satu atau dua tahun kemudian.

Menurut Vincent Cornelli, stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan perubahan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu di lingkungan tersebut.

Singkatnya, Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain.

Coping Stres

Coping adalah cara berpikir atau perilaku adaptif yang bertujuan mengurangi atau menghilakngkan stres yang timbul dari kondisi berbahaya, mengancam atau menantang. Hal ini merupakan aspek penting dalam kesehatan mental. Strategi coping terbagi menjadi dua, yaitu terfokus pada masalah (problem-focus training) melibatkan penggunaan strategi instrumental, atau berorientasi pada tindakan untuk meghilangkan, mengatur, atau meningkatkan kondisi penyebab stres. Tipe coping ini biasanya muncul ketika seseorang melihat kesempatan yang realistis untuk mengubah suatu situasi. Respons dari coping yang terfokus pada masalah terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, dapat berbentuk bekerja lebih keras, berusaha meningkatkan keahlian, atau mencari pekerjaan baru.Sedangkan coping yang terfokus pada emosi (emotion-focused coping) ditujukan agar “merasa lebih baik” dengan mengatur respons emosi pada situasi yang menimbulkan stres untuk meredakan akibat fisik dan psikologis. Tipe coping ini terjadi jika seseorang menyimpulkan bahwa tidak ada hal yang bisa dilakukan mengenai situasi itu sendiri. Salah satu strategi coping terfokus pada emosi adalah mengalihkan perhatian dari masalah; menyerah; dan menyangkal bahwa ada masalah. Respons dari coping yang terfokus pada emosi dapat terhadap serangkaian teguran keras dari atasan misalnya, berbentuk penolakan untuk memikirkan teguran atau meyakinkan diri bahwa sebenarnya atasannya tidak bermaksud untuk terlalu kritis.

Ada dua jenis coping menurut Lazzarus (dalam Siswanto, 2007) yakni tindakan langsung (agresi, penghindaran, apati) dan peredaan atau peringanan (defense mechanism). Pada coping jenis tindakan langsung biasanya individu akan  melakukan tindakan nyata dalam rangka mengatasi luka, ancaman atau perubahan posisi terhadap masalah yang dialami, sedangkan pada coping jenis peredaan, individu akan cenderung merubah persepsi atau reaksi emosinya dalam upaya mengurangi atau menghilangkan tekanan fisik/motorik.

Teori Kepribadian sehat menurut

1. Carl Rogers

5 sifat orang yang berfungsi sepenuhnya:

  1. Keterbukaan pada pengalaman
  2. Kehidupan eksistensial
  3. Keprcayaan terhadap organisme sendiri
  4. Perasaan bebas
  5. Kreativitas

2. Allport

Asumsi umum dibutuhkan untuk mengerti konsep Allport mengenai kepribadian yang matang:

Pertama, manusia yang matang secara psikologis memiliki karakteristik berupa perilaku proaktif, yaitu mereka mampu bertindak secara sadar dalam lingkungannya melalui pendekatan-pendekatan yang baru dan inovatif, serta membuat lingkungan mereka memberi respon terhadap mereka. Perilaku proaktif tidak sekadar mengurangi tekanan, namun juga membentuk tekanan baru. Yang kedua, kepribadian yang matang lebih dapat termotivasi oleh proses sadar daripada kepribadian yang terganggu, yang membuat mereka jadi lebih fleksibel dan mandiri dibanding pribadi yang tidak sehat, yang akan terdominasi oleh motif-motif tidak sadar yang berasal dari pengalaman kecil mereka. Pribadi yang sehat biasanya mempunyai masa kecil yang relatif tidak traumatis walaupun pada tahun berikutnya mereka dapat menghadapi konflik dan penderitaan. Orang-orang yang sehat secara psikologis tidak terbebas dari kelemahan-kelemahan ataupun keanehan yang membuat mereka unik. Selain itu, usia tidak diperlukan untuk kedewasaan, walaupun manusia yang sehat kelihatan menjadi lebih dewasa saat bertambah usianya.

Ada 6 kriteria kepribadian yang matang meurut Allport;

  1. Perluasan perasaan diri. Pribadi yang matang terus mencari untuk dapat mengidentifikasi diri dan berpartisipasi dalam kejadian yang terjadi diluar diri mereka.
  2. Karakter hubungan yang hangat dengan orang lain. Manusia yang sehat secara psikologis akan meperlakukan orang lain dengan rasa hormat, serta menyadari bahwa kebutuhan, keinginan, dan harapan orang lain merupakan hal yang tidak sepenuhnya asing dan milik mereka sendiri.
  3. Keamanan emosional atau penerimaan diri. Pribadi yang matang menerima diri mereka apa adanya, dan memiliki keseimbangan emosional. Mereka tidak akan menjadi terlalu sedih ketika ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencananya atau hanya “mengalami hari yang buruk”.
  4. Persepsi yang realistis. Tidak hidup di alam dunia fantasi atau membelokkan kenyataan agar sesuai dengan harapan mereka. mereka berfokus pada masalah disbanding pada pribadi, dan lebih berinteraksi dengan dunia seperti yang dilihat kebanyakan orang.
  5. Insight dan humor. Pribadi yang matang dapat mengenal dirinya sendiri, sehingga tidak memiliki kebutuhan untuk mengatribusikan kesalahan dan kelemahannya kepada orang lain. Mereka juga memiiki selera humor yang tidak kasar; yang memberikan mereka kapasitas untuk menertawakan diri sendiri daripada bergantung pada tema-tema seksual atau kekerasan yang membuat orang lain tertawa. Allport yakin bahwa insight dan humor sangat berhubungan, serta mungkin merupakan aspek dari hal yang sama, yaitu pemahaman diri (self-objectication).
  6. Filosofi kehidupan yang integral. Manusia yang sehat memiliki pandangan yang jelas mengenai tujuan hidup. Filosofi kehidupan yang integral dapat berupa sesuatu yang bersifat religius ataupun tidak, tetapi dalam tahap personal, Allport (1954,1963) kelihatannya merasakan bahwa orientasi religius yang matang merupakan komposisi yang paling oenting dalam kehidupan pribadi yang sangat matang. Manusia dengan sikap religius yang matang dan filosofi kehidupan yang integral, memiliki kesadaran yang berkembang dengan baik dan kemungkinan besar memiliki hasrat untuk melayani orang lain.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Feist, J.Feist, G.J. 2008. Teori Kepribadian buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Siswanto. 2007. Kesehatan Mental: Kesehatan mental – Konsep, Cakupan, dan Perkembangannya. Yogyakarta: ANDI.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman R. D. 2009. Human development. Perkembangan Manusia. Edisi 10 Buku 2. Jakarta : Salemba Humanika.

Sunaryo. 2002. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s