Fenomena Plagiarisme dalam Internet

Saat ini, internet digunakan oleh berbagai kalangan berbagai bidang, dan berbagai tujuan. Ada yang bertujuan untuk mencari informasi, tentunya ada juga yang bertujuan untuk memberikan sebuah informasi. Dalam memberikan sebuah informasi, seringnya kita juga memerlukan sumber. Selain sumber dari buku, dari internet juga kita akan mendapatkan sumber untuk memberikan informasi. Namun seringkali kita menemukan sebuah informasi yang isinya sama persis dengan informasi yang lainnya, tanpa ada perubahan gaya bahasa. hal ini disebabkan karena dunia maya adalah dunia yang bebas. orang bebas mengakses apa saja pada dunia maya. hal ini meyebabkan banyaknya istilah kopas (copy paste) dalam dunia maya. tindakan mengkopas karya tulis orang yang telah di posting, sudah menjadi hal yang biasa dalam dunia nyata. tak heran bila sering kali ditemukan blog dengan isi yang sama. Perilaku inilah yang disebut dengan plagiarisme.  Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Kegiatan plagiarisme ini tentunya merugikan pihak korban dan pelaku. Di pihak korban, merugikan karena idenya atau hak ciptanya diambil begitu saja oleh orang yang tak ia kenal tanpa seizinnya. Sedangkan pada pihak pelaku juga dapat merugikan, karena dapat mematikan ide dan kreativitas yang dimiliki, mereka dengan mudahnya hanya meng-copy dan paste tanpa perlu berpikir. Ini biasanya banyak terjadi pada mahasiswa-mahasiswa yang mengerjakan tugas-tugas bahkan skripsinya.

Tidak hanya mahasiswa, Terakhir, mencuat kabar dugaan plagiat yang dilakukan oleh dua orang doktor dari Unpad. Buku berjudul Cybernotary sebanyak 62 halaman (dari total isi buku 149 halaman) diduga merupakan plagiat langsung (direct plagiarism) dari tesis mahasiswa yang diuji para doktor tersebut.

Terkadang seseorang melakukan plagiarism karena mereka malas berpikir, atau karena keteledorannya yang tidak mencantumkan sumber (link) di akhir tulisan mereka.

Padahal, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidaklah mengenal istilah plagiarisme atau plagiat, oleh karenanya dalam kacamata hukum plagiarisme dikategorikan sebagai tindakan pelanggaran terhadap hak cipta, dalam  hal ini diatur melalui ketentuan Undang-Undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dengan ketentuan pidananya sebagaimana berikut ;
Pasal 72 ayat (1) :
“Barangsiapa dengan sengaja dan  tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”.
yang dalam hal ini, terkait dengan ketentuan mengenai pengertian dari hak cipta adalah sebagai berikut ;
Pasal 2 ayat (1) :
“Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Berdasarkan hal yang diutarakan diatas, agar seorang pencipta memiliki hak cipta sebagai hak eksklusif atas ciptaannya maka terlebih dahulu harus melakukan pendaftaran ciptaan sebagaimana yang diamanatkan ketentuan Pasal 35 s/d 44 UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Selain itu, yang dapat disebut sebagai pencipta, pemilik atau pemegang hak cipta, berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (1) UU Hak Cipta adalah :
a. Orang yang namanya terdaftar dalam Daftar Umum Ciptaan pada Direktorat Jenderal ; atau
b. Orang yang namanya disebut dalam Ciptaan atau diumumkan sebagai Pencipta pada suatu Ciptaan.

Nah, sekarang sudah tau kan bagaimana hukumnya melakukan plagiarisme? Jadi saran saya, mari kita stop kegiatan plagiarisme ini, jika ingin meng copy-paste sebuah sumber, jangan lupa mencantumkan sumber di akhir tulisan anda. Sekian, semoga bermanfaat.

Sumber:

http://cahyaintanp.wordpress.com/2013/09/25/pti-plagiarisme/

http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/20/plagiat-memang-seksi-561723.html

http://ichanafisah.wordpress.com/2013/11/02/fenomena-plagiatrisme-sebagai-cyber-crime/

http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s