Dampak Sosial dari Interaksi Manusia dan Internet dilihat dari berbagai Tinjauan Bidang Psikologis

Internet, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita, semua kalangan mengenal istilah ini, dari anak-anak sampai orang tua sekali-pun pasti pernah menggunakan internet. Singkatnya internet adalah sebuah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite, dimana seseorang yang menggunakan komputer yang terhubung dalam sistem ini dapat bertukar informasi satu sama lain. Penggunaan internet bagi setiap orang-pun berbeda beda sesuai dengan kebutuhan, seperti untuk tugas, untuk hiburan atau untuk bersosialisasi. Seperti yang sudah dibahas sebelum-sebelumnya dalam blog ini, internet memiliki berjuta manfaat. Namun seiring dengan jutaan manfaat tersebut, internet juga memiliki berjuta dampak negatif.

Tiap pengguna internet pasti sudah pernah mendapatkan berbagai dampak positif maupun negatif meskipun terkadang secara tidak sadar. Dampak positif yang didapat dari penggunaan internet diantaranya adalah; mendapatkan informasi secara cepat dan mudah, mengerjakan tugas-tugas menjadi lebih mudah dan praktis. Namun, jika ditelaah lebih dalam lagi, dampak positif yang satu ini juga dapat menjadi dampak negative sekaligus. Mengapa? Karena semakin mudah kita mendapatkan informasi yang ingin kita cari, tingkat kemalasan untuk mengetahui lebih dalam pun semakin tinggi. Dalam hal ini, maksud saya, kita jadi semakin enggan mencari-cari sumber lain karena sudah menemukan satu sumber yang padahal belum tentu sumber tersebut benar.

Dampak sosial

Yang saat ini marak digunakan para pengguna internet selain untuk mencari berbagai informasi adalah jejaring sosial atau social network. Social network merupakan situs yang dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah profil dan kemudian dapat menghubungkan dengan pengguna lainnya. Situs jejaring sosial adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk terhubung menggunakan profil pribadi atau akun pribadinya. Facebook, LinkedIn, Foursquare, MySpace, Twitter, Google+ adalah beberapa contoh dari social network yang sudah tak asing ditelinga anda. Bahkan saya yakin anda memiliki akun di beberapa socnet tersebut, atau bahkan semuanya?

Tak perlu menyangkal jika anda memiliki semua akun diberbagai social network diatas, memang untuk mengakses social network ini sangat amat mudah, dan sangat memiliki manfaat, baik itu positif maupun negatif. Sangat mudah karena situs-situs tersebut tidak harus diakses melalui computer, kini situs-situs tersebut juga sudah membuat aplikasi sendiri sehingga dapat digunakan di smartphone anda. Social network ini memang sangat bermanfaat, seperti yang telah disebukan diatas, fungsi dari social network ini adalah menghubungkan diri kita dengan orang lain yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal. Tentu hal ini dapat menguntungkan, misalnya, kita dapat menemukan teman kita semasa kecil di jejaring sosial. Kita tinggal mengetik namanya, lihat fotonya, kemudian langsung muncul orang yang kita cari dan kita dapat langsung bertegur sapa dengan orang tersebut di dunia maya. Namun, hal ini juga dapat merugikan, misalnya, ketika kita memasukkan foto-foto kita yang bersifat pribadi, orang-orang yang mengenal kita maupun yang tak mengenal kita sama sekali dapat dengan mudahnya mengunduh foto-foto tersebut kemudian tanpa sepengetahuan kita, foto-foto tersebut masuk dalam forum-forum yang tidak jelas misalnya. Itu sangat merugikan kita.

Kembali kepada judul, dampak sosial dari interaksi manusia dengan internet ditinjau dari bidang psikologis, ada beberapa hal yang bisa dibilang menjadi dampak psikologis dari interaksi manusia dengan internet. Yang pertama adalah Perilaku Antisosial. Antisosial merupakan bentuk perilaku yang berlawanan dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat, yang meliputi pelanggaran hukum maupun perilaku menyimpang. Berdasarkan penelitian, penggunaan komputer terutama game yang mengandung kekerasan akan memberikan efek yang sama dengan terpaan kekerasan yang ditampilkan di televisi. Hal tersebut membuat anak tidak dapat membedakan antara dunia nyata dan maya sehingga kekerasan dapat dipraktikkan dan menjadi hal yang biasa. ‘serangan’ pornografi di internet juga menjadi permasalahan utama karena menimbulkan efek yang menghawatirkan pada remaja bahkan anak-anak. Banyak situs-situs porno yang memanfaatkan nama situs terkenal yang akrab dan biasa dikonsumsi anak-anak. Yang kedua adalah Computer anxiety, merupakan ketakutan terhadap computer atau disebut juga dengan cyberphobia dan computerphobia. Orang-orang yang terkena efek ini kebanyakan adalah individu yang lemah dalam hal-hal teknis, matematis dan biasanya pernah mengalami hal buruk dengan komputer, misalnya mengkonsumsi komputer berlebihan sehingga memicu penyakit vertigo, nausea dan keringat dingin. Cyberphobia juga disebabkan karena adanya dorongan dari diri individu yang menolak komputer karena mereka takut mengacaukan komputer ketika mereka menekan tombol yang salah, tidak mempercayai perlindungan privasi yang dijanjikan provider internet, dan perasaan bersalah yang berlebihan ketika gagal memecahkan masalah yang dihadapi dengan komputer. Kemudian yang ketiga, yaitu Addiction, seperti yang telah dibahas dalam postingan saya sebelumnya (https://asmaranishabrina.wordpress.com/2013/10/24/internet-addiction/) Internet Addiction Disorder (IAD) adalah gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.Kemampuan komputer untuk menampilkan audio dan visual secara interaktif membuat penggunanya untuk terus kembali dan menggunakannya, baik sebagai hiburan maupun sebagai pemenuhan kebutuhan dalam mencari informasi. Pengguna komputer terutama anak-anak cenderung ”ketagihan” ketika mereka mulai mengenal permainan komputer. Mereka asyik bermain, berpetualang di dunia maya dan melupakan tugas-tugas dan kehidupannya di dunia nyata. Pengguna yang mengkonsumsi komputer diatas 4 jam termasuk dalam kategori heavy sehingga berpotensi untuk menjadi pecandu teknologi ini. Apabila sudah mengalami kecanduan, maka penggunanya tidak tanggung-tanggung untuk menghasbiskan uang dan melakukan apapun demi mendapatkan dan terus memperoleh akses terhadap komputer dan internet. yang terakhir, yang menurut saya sudah menjadi ‘penyakit’ psikologis tiap pengguna jejaring social, yaitu Narsisme. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Western Illinois University, ada hubungan langsung antara jumlah teman facebook dan pengikut di twitter dengan kebiasaan seseorang untuk bersikap narsisme. Menurut KBBI, narsisme sendiri merupakan hal atau keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan, serta hal atau keadaan yang memiliki kecenderungan keinginan seksual dengan diri sendiri. Dr Pulkit Sharma, Psikolog Klinis dan Therapis Psikoanalisis, seperti yang dikutip dari Healthmeup, menyebutkan, ada korelasi yang kuat antara batin, kesepian dan kekosongan jumlah waktu dan uang yang diinvestasikan dalam media sosial. “Orang-orang sengaja membuat gambar besar di media sosial. Seorang klien saya terobsesi dengan memiliki jumlah banyak dari teman-teman online dan satu lagi menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkan foto profil yang menarik minat,” lanjutnya. Menurut Sharma, selain ingin menyebarkan informasi, kebiasaan narsisme menunjukkan bahwa seseorang tersebut merasa kesepian, terisolasi dan rapuh. Orang tersebut dikatakan sebagai orang yang tidak dapat tampil maksimal dalam kehidupan nyata, sehingga pada akhirnya mereka bergegas ke media sosial untuk mendapatkan pengganti. Orang-orang melakukannya untuk menarik perhatian atau mendapatkan kepastian.

Jadi, Sebenarnya interaksi manusia dan internet selain membawa dampak negatif juga dapat membawa dampak positif jika kita menggunakannya dengan benar. Dalam hal ini, tidak berlebihan dalam berinteraksi di internet, karena sepeerti yang sudah dibahas diatas, interaksi antar manusia di internet yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa gangguan psikologis. interaksi dalam internet dapat mendekatkan yang jauh, namun jangan sampai menjauhkan yang dekat.

 

Sumber:

http://prunj.wordpress.com/

http://wibawaadiputra.wordpress.com/2013/01/27/media-sosial-jejaring-sosial-social-media-social-network/

http://indonesiaindonesia.com/f/139731-jejaring-sosial-picu-narsisme/

https://asmaranishabrina.wordpress.com/2013/10/24/internet-addiction/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s