PENDIDIKAN KARAKTER: SARANA KEMAJUAN BANGSA

“Education is the most powerful weapon that you can use to change the world.”

 

-Nelson Mandela

Bagi seorang Nelson Mandela, pendidikan adalah senjata yang ampuh untuk mengubah dunia. Memang, pendidikan adalah ujung tombak perubahan bangsa, bahkan dunia.

Di Indonesia sendiri, sepertinya tidak banyak yang memperhatikan perihal pendidikan ini. Lebih tepatnya, pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Bisa dibilang, ini termasuk pelajaran hidup. Disekolah-sekolah pada umumnya, tidak banyak yang mementingkan pendidikan karakter, beberapa sekolah hanya mementingkan berapa nilai angka yang didapat atas hasil pekerjaan siswanya. Padahal, sudah pastikah angka yang diraih siswa tersebut murni hasil pekerjaannya?

Jika diperhatikan, banyak diantara siswa jaman sekarang, sudah pintar-pintar mencari cara bagaimana agar mereka bisa mendapatkan nilai yang terbaik bahkan dengan cara yang tidak halal sekalipun. Melihat hal ini, jika kita bandingkan dengan pejabat-pejabat yang korupsi, sepetinya sama saja. Bedanya, siswa mencontek itu merupakan tindakan korupsi kecil.sedangkan yang dilakukan pejabat-bejabat itu bisa dibilang korupsi besar. Bahkan sangat besar. Yang dilakukan koruptor itu lebih parah, mengambil hak milik orang lain. Bukan tidak mungkin, para koruptor itu dimasa kecilnya sudah melakukan hal-hal “menghalalkan segala cara” tersebut. Belum lagi sikap kesopanan siswa terhadap orang yang lebih tua dan sesama, misalnya terhadap guru, kakak kelas, bahkan orang tua kandung mereka. Banyak diantara mereka yang bersikap kurang sopan kepada orang yang lebih tua.

Tutur kata yang kurang baik juga merupakan hal yang kurang diperhatikan. Seperti berkata kasar, berkata yang tidak seharusnya dikatakan, dan cara memanggil orang yan lebih tua dengan menggunakan bahasa kurang baik. Sebenarnya, sudah jelas tutur kata ini adalah salah satu indikator yang menunjukkan kebaikan seseorang secara keseluruhan. Jika orang itu berkata kasar, tentu terlihat didalam hatinya pun kasar, sikap-sikpnya pun kasar. Tak jarang ini yang membuat seseorang dijauhi orang lain. Berbeda dengan orang yang bertutur kata baik, ia lebih memliki banyak teman dan lebih dipercaya.

Demonstrasi yang salah. Ada juga mahasiswa-mahasiswa, bahkan banyak pelajar SMA maupun SMP yang melakukan perang antar pelajar atau anatara pelajar dengan warga secara fisik. Seperti saling melemparkan batu, kayu, bahkan sambil berkata kasar. Mungkin sebenarnya mereka hanya ingin menyampaikan apresiasi mereka saat berdemonstrasi, namun karena kurangnya pembentukan karakter pada masyarakat sekarang, terjadilah peristiwa-peristiwa tersebut, bahkan tak sedikit yang menelan korban. Sebenarnya, melihat peristiwa-peristiwa seperti ini, siapa yang salah?

Kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. sepertinya ini menjadi salah satu penyebab hancurnya karakter bangsa. Seperti kita ketahui, banyak anak yang menjadi korban “broken home” misalnya, kedua orang tua yang sibuk bekerja hingga tidak mempunyai waktu khusus bersama sang anak. hal ini membuat sang anak merasa tidak betah dirumah karena rumahnya seperti tak berpenghuni. Tidak ada ayah, tidak ada ibu, yang ada hanya pembantu rumah tangga. Hingga tak jarang banyak anak yang melontarkan kata-kata “aku ini anak siapa? Anak ayah ibu atau anak pembantu?”. Hal ini membuat si anak mulai terkena pengaruh lingkungan dimana si anak tinggal dan bersekolah, jika lingkungan dan sekolahnya mencontohkan hal yang tidak baik, sudah tentu si anak akan mencontohnya.

Apa yang harus dilakukan? Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki karakter masing-masing orang. Yang pertama jelas adalah bimbingan dari orang tua. Orang tua dapat membimbing dengan cara memerhatikan kebiasaan anak, sesekali berada di rumah berkumpul bersama keluarga dan membicarakan masalah yang terjadi di lingkungannya termasuk sekolah. Agar para orang tua dapat mengetahui apa saja yang dilakukan anaknya, apakah karakter si anak sudah cukup baik atau belum.

Sekolah. Sekolah berusaha mendefinisikan “karakter” secara komprehensif,  di dalamnya  mencakup berpikir (thinking), merasa (feeling), dan melakukan (doing). Selain itu,sekolah juga harus melakukan pendekatan yang intensif dan proaktif dalam  pengembangan karakter anak.

 

Mulailah sejak dini!

Agar tidak terjadi kerusakan karakter dan moral bangsa yang membuat bangsanya ikut hancur, pendidikan karakter ini penting dimulai sejak dini. Agar tertanam di otak anak hingga dewasa, seebelum mencicipi bangku sekolah dasar, kita dapat menyekolahkan anak kita di pendidikan anak usia dini (PAUD). Biasanya jenjang ini yang justru penting untuk menanamkan bibit-bibit pendidikan karakter agar dapat tetap tumbuh menjadi anak yang berkarakter dan bermoral baik, sehingga berpengaruh baik bagi bangsanya. Tentunya juga dibantu dengan orang tua yang memberi perhatian secukupnya dan keadaan lingkunang sekitar. Untuk yang sudah bukan anak-anak lagi, misalnya remaja, mereka harus menanamkan niat pada diri sendiri agar dapat bersikap yang semestinya terhadap orang-orang disekitar, orang yang lebih tua, dan terhadap diri sendiri tentunya. Jika bukan dimulai dari kita? Siapa lagi?

Diharapkan dengan lahirnya tulisan ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki dan menyelamatkan bangsa ini dari buruknya karakter dan moral bangsa agar bangsa kita dapat menjadi bangsa yang maju dengan karakter dan moral yang kita miliki.

Daftar kepustakaan:

http://akusukamenulis.wordpress.com/2011/03/14/pendidikan-karakter-untuk-mengatasi-korupsi/

http://www.pendidikankarakter.com/peran-pola-asuh-dalam-membentuk-karakter-anak/

http://mandikdasmen.kemdiknas.go.id/web/pages/urgensi.html

http://akhmadsudrajat.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s