Cyberbullying

kali ini saya akan membahas tentang bullying. tau kan bullying? bullying itu semacam kekerasan. nah sekarang saya mau bahas bullying yang lewat cyber. udah tahun 2012, jamannya teknologi canggih, canggihnya kadang sampe gak masuk akal. tapi ya, inilah yang terjadi. sederhananya sih, cyberbulying itu kekerasan yang dilakukan ngga secara langsung (fisik), tapi kekerasan yang dilakukan lewat dunia maya atau yang biasa kita sebut internet. biar lebih oke, kita bahas yuk, mulai dari pengertian bullying!😀

Bullying berasal dari kata bully, yaitu suatu kata yang mengacu kepada pengertian adanya ancaman yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang umumnya lebih lemah atau ‘rendah’ daripada pelaku (Dr. Dian P. Aldilla, Psi.). Hal yang sering terjadi di sekolah-sekolah adalah membawa atau menodongkan senjata tajam, pelecehan seksual, membuat gank, hingga memalak.

Secara umum, bullying memiliki tiga jenis. Diantaranya;

1. Fisik. Menyerang langsung fisik korban. Seperti memukul, menampar, dan lain-lain yang dapat melukai fisik korban.

2. Verbal. Tidak menyerang fisik, namun langsung menyerang mental korban. Seperti misalnya mencemooh, mengejek nama orang tua, mengejek kelemahan mental seseorang, dan lain-lain.

3. Psikologis. Tidak kalah kejam dengan fisik dan verbal. Tipe ini langsung menyerang batin korban. Seperti memfitnah, mempermalukan korban didepan umum, dan lain-lain.

Bully biasanya muncul pada usia sekolah. Pelaku bully memiliki karakteristik tertentu. Umumnya mereka anak yang berani dan memiliki motif tertentu. Akibat adanya motif tertentu, anak tersebut memiliki agresifitas. Atau bisa juga motif lain yaitu kecemasan dan rendah diri yang digunakan pelaku bully sebagai bentuk pertahanan diri.

kalo cyberbullying?

Dunia cyber atau dunia virtual atau yang biasa kita sebut dunia maya, terjadi pertukaran informasi dan komunikasi tanpa memerlukan keberadaan dua orang atau lebih secara fisik yang dapat dilakukan ditempat berbeda, dimana saja, dan kapan saja. Pelaku komunikasi pun sebenarnya tidak tahu secara pasti siapa yang sedang berkomunikasi dengannya.

Para anak, terutama remaja memiliki perilaku yang terbilang aktif dalam menggunakan internet. Umumnya mereka menggunakan internet bukan hanya karena membutuhkan konten atau riset, kini mereka menganggap bahwa internet sebagai la

han aktivitas sosial yang unik dan menarik. Sayangnya, aktivitas sosial yang dilakukan terkadang disalah gunakan tanpa anak-anak sadari. misalnya cerita tentang sekelompok remaja sekolah terlibat membuat website berkenaan Raymond, teman satu sekolah mereka. Pada situs itu, mereka mengisi biografi Raymond, humor-humor mengenai Raymond, dan kartun Raymond. Parahnya, mereka melakukan posting berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan seks Raymond, dan mengajak pengunjung situs untuk submit cerita masing-masing mengenai Raymond dan menyediakan link agar dapat langsung posting ke email Raymond.

jenis cyberbullying ada banyak, diantaranya:

1. Flaming (terbakar): mengirimkan pesan teks yang isinya merupakan katakata penuh amar

ah dan frontal. Istilah flame merujuk pada kata-kata pesan yang berapi-api.

2. Harassment (gangguan): pesan yang berisi gangguan pada e-mail, sms, maupun pesan teksdi jejarin sosial dilakukan secara terus menerus.

3. Denigration (pencema

ran nama baik): proses mengumbar keburukan seseorang di dunia maya dengan maksud merusak reputasi nama baik seseorang.

4. Impersonation (pe

niruan): bepura-pura menjadi orang lain dan mengirimkan pesan atau status yang tidak baik.

5. Outing: menyebarkan rahasia atau foto-foto pribadi orang lain.

6. Trickery (tipu daya): membujuk seseorang dengan tipu daya agar mendapatkan rahasia atau foto pribadi korban.

7. Exclusion (peng

eluaran): secara sengaja dan kejam mengeluarkan seseorang dari grup online.

8. Cyberstalking: mengganggu dan mencemarkan nama baik seseorang sehingga mambuat ketakuan yang besar pada orang tersebut

Motivasi pelaku pun bergam, mulai dari karena marah lalu ingin membalas dendam dengan ko
1. Memiliki kepribadian yanrban, ingin mencari perhatian, hingga menjadikan sekedar hiburan saja. Menurut Camodeca dan Goossens (2005; Kowalski, et al, 2008) karakteristik anak yang menjadi pelaku bullying adalah:

g dominan senang melakukan kekerasan.

2. Cenderung tempramental, impulsif, dan mudah frustasi.

3.  Memiliki sikap positif terhadap kekerasan dibanding anak lainnya.

4. Sulit mengikuti peraturan.

5. Terlihat kuat dan me

nujukkan sedikit rasa empati kepada mereka yang di-bully.
7. Pandai berkelit dalam situasi sulit.6. Sering bersikap agresif kepada orang dewasa.

8. Terlibat dalam agresi proaktif (agresi yang disengaja untuk mendapatkan tujuan tertentu) dan agresireaktif (reaksi yang defensive kertika diprovokasi).

Sedangkan karakteristik yang membuat anak menjadi target pelaku cyberbullying menurut Demeray dan Brown, 2009; Marden, 2010 adalah:

1. Remaja yang rapuh,

belum dewasa, secara sosial masih naïf yang kemampuan dan pengetahuannya masih belum cukup untuk membuat keputusan secara efektif.

2. Remaja muda yang memiliki orang tua yang overprotektif atau naïf cenderung memiliki hubungan teman sebaya yang sehat dan memiliki nilai-nilai yang bagus.

3. Pemuda yang hubungan dengan orang tua dan teman sebayanya sedang kurang baik atau dalam emosi yang kalap.

Dampak yang paling um

um adalah kemunduran prestasi korban disekolah. Secara psikologis korban merasa rendah diri, mengalami perubahan perilaku dan minat untuk melakukan sesuatu, selalu merasa bersalah, menjadi murung, khawatir, merasa tidak mampu mengatasi sendiri gangguan yang menimpanya, bahkan mengalami depresi yang berkepanjangan. Bahkan tak jarang korban cyberbullying berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena tak tahan lagi diganggu. Korban cyberbullying akan mengalami stress yang bisa memicunya melakukan tindakan-tindakan rawan masalah seperti mencontek, membolos, lari dari rumah, bahkan menggunakan narkoba dan minum minuman keras. Tak jarang pula, Koran cyberbullying pun akan berubah menjadi pelaku cyberbullying ke
saran saya, pada kalangan anak terutama remaja, diharapkan dapat memiliki wawasan dan wacana baru dalam upaya pemahaman terhadap faktor-faktor cyberbullying, sehingga pada anak lain. sungguh menyeramkan,bukan?

pengguna internet mampu mengelola dan menggunakan internet secara bijak dan sehat. Bagi orang tua dan pendidik, sebaiknya keikutsertaan dalam mengawasi anak-anak menggunakan internet sangat diperukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginan. Untuk instansi pemeritah, diharapkan membentuk kebijakan khusus dalam upaya menindaklanjuti tindakan cyberbullying.

mari kita pergunakan kemajuan teknologi dengan bijak🙂

STOP CYBERBULLYING!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s