ADHD- Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Banyak orang bertanya-tanya, apa itu ADHD? ADHD sama gak sih sama autis? kok sikap anak ADHD mirip sama autis, sama-sama gak bisa diem?

Sebenernya, ADHD itu singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. yang artinya gangguan kekurangan perhatian dan hiperaktif. kurang perhatian disini maksudnya bukan kurang pehatian dari orang tua, tapi si anak yang kurang memerhatikan lingkungan sekitarnya, sehingga mengakibatkan orang-orang disekelilingnya tidak suka dengannya.

Bedanya sama autis? setau saya ADHD dengan Autis itu berbeda. yang paling kelihatan perbedaannya adalah, anak Autis jika diajak berbicara, ia seperti tidak ada kontak mata. otomatis mereka tidak fokus. Berbeda dengan anak ADHD, ketika diajak berbicara, mereka ada kontak mata, namun tidak fokus.

Misalnya aja seorang siswa yang lagi belajar dikelasnya, baru 5 menit guru menjelaskan, kemudian dia izin ke toilet….

Dia emang bener ke toilet, tapi selesai dari toilet, dia keliling-keliling dulu lewatin dan intipin kelas lain lagi pada ngapain, baru balik lagi ke kelas. Dikelas, ketika pelajaran akan berakhir, biasanya guru memberikan tugas atau PR. guru tersebut menuliskan tugas-tugas yang harus dikerjakan di papan tulis.

Kebanyakan anak langsung mencatat di buku catatan tugas-tugas yang harus dikerjakan. sedangkan anak ADHD? tidak berlaku bagi mereka. mereka bukannya malas, tapi mereka ngga ‘ngeh’ kalo ada pr.

saat dirumah, orang tuanya nanya: “ada pr atau ulangan apa buat besok?”. si anak ADHD menjawab: “mmm…. nggaktau deh ma,lupa. aku tanya temenku dulu ya..”

Nah, inilah yang bikin mayoritas anak ADHD mengalami kekurangan di nilai akademiknya.

sebenernya apa sih penjelasan rinci tentang ADHD? penyebabnya? gimana sih cara nanganinnya?

ADHD merupakan suatu gangguan perkembangan yang mengkibatkan ketidakmampuan mengatur perilaku, khususnya dalam mengantisipasitindakan dan keputusan masa depan. Anak yang mengidap ADHD relative tidak mampu menahan diri untuk mersepon situasi pada saat itu. Mereka benar-benar tidak bisa menunggu. Penyebabnya diperkirakan karena memiliki sumber biologis yang kuat ditemukan pada anak-anak dengan merespon keturunan.

gejala tipe ADHD ada 3:

1. Kurang Perhatian

  • Sering gagal berfokus pada hal detail atau membuat kecerobohan pada suatu pekerjaan yang dilakukannya.
  • Sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas ataupun sesuatu yang penting.
  • Seringkali tampak seperti tidak mendengarkan bila diajak berbicara secara langsung.
  • Sering tidak mengikuti instruksi-instruksi dan gagal menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan (dalam hal ini, bukan karena perilaku oposisional atau kegagalan memahmi instruksi).
  • Sering mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan.
  • Mudah terganggu oleh stimulus-stimulus dari luar.
  • Sering lupa apa saja kegiatan sehari-harinya.
  • Sering kehilangan barang yang diperlukan untuk kegiatan (misalnya pensil, penggaris, buku, dan lain-lain).
  • Sering menghindari atau enggan terlibat dalam tugas yang memerlukan usaha mental berkelanjutan (seperti pekerjaan rumah).

Anak-anak ini cenderung memiliki masalah dalam memilih dan menyaring ciri-ciri penting dari yang tidak penting lingkungan sekitar mereka ketika memerhatikan suatu tugas. Siswa ADHD juga mungkin terganggu secara internal oleh pikiran mereka sendiri. Kesulitan-kesulitan inilah yang menjadikan masalah ganda yang mengakibatkan prestasi buruk dan tidak konsisten dalam berbagai situasi buruk dan tidak konsisten dalam mengambil keputusan di lingkungan sekolah, rumah, maupun sosial.

2. Hiperaktivitas

Hiperaktivitas juga sering disebut rangsangan berlebih. Karakteristik ini sebenarnya terjadi pada kurang dari 30% pengidap ADHD. Sebagian besar anak-anak ADHD tidak hiperaktif. Anak yang hiperaktif mengalami kesulitan dalam mengendalikan gerakan tubuh, khususya ketika mereka diminta untk duduk tenang dalam jangka waktu yang lama. Sebagian anak hiperaktif juga memiliki pola tidur yang pendek dan tidak nyenyak. Gejala hiperaktivitas:

  • Sering meninggalkan tempat duduk di ruang kelas atau di tempat-tempat yang diharapkan ia dapat duduk diam.
  • Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki di tempat duduk.
  • Sering berlari kesana kemari pada situasi yang tidak pantas.
  • Sering mengalami kesulian bermain atau melakukan kegiatan-kegiatan santai.
  • Bertindak seolah digerakkan oleh ‘motor’.
  • Kerap berbicara dengan berlebihan.

Baik senang maupun sedih, persaan mereka selalu diekspresikan sedemikian jelas agar mendapat perhatian dari semua orang. Mereka cepat frustasi, terkadang hanya disebabkan kejadian-kejadian kecil. Namun, mereka juga akan melupakan peristiwa tersebut dengan cepatnya.

3. Impulsivitas

Anak-anak ini tidak berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena berpusat masalah pada konsentrasi, maka mereka mengalami kesulitan menimbang-nimbang konsekuensi pilihan yang ada atau ketika membuat rencana-rencana masa depan. Pada anak kecil, impulsivitas mengakibatkan cedera. Contohnya seperti anak-anak melompat sebelum melihat apa yang ada dibawahnya, ia juga tidak memiliki korrdinasi untuk mendarat dengan aman. Gejala impulsivitas:

  • Sering mengalami kesulitan dalam menunggu giliran.
  • Sering melontarkan jawaban sebelum pertanyaan selesai diajukan.
  • Sering menyela atau mengganggu orang lain (memotong percakapan atau permainan).

Sifat impulsif tersebut membuat anak ingin mengepalai semua interaksi sosial. Akibatnya mereka mengganggu teman sebayanya dengan usaha untuk mendominasi. Mereka berusaha menguasai karena hal tersebut memungkinkan mereka bergerak dengan cepat dari satu interaksi ke interaksi lain, sehingga mereka tidak merasa bosan.

Penyebab ADHD sebenarnya belum ada yang pasti. tapi banyak hipotesis mengatakan bahwa kebanyakan ADHD disebabkan oleh disregulasi neurotransmiter tertentu dalam otak manusia yang membuat seorang manusia mengalami kesulitan dalam memilih atau mengatur stimulus-stimulus tertetu. Kekurangan neurokimia ini menyebabkan orang lebih sulit berkonsentrasi dan fokus.

lalu, bagaimana cara menangani anak ADHD?

  • Perlakukan mereka sebagai seorang manusia yang cakap. Pujilah kelebihan-kelebihannya. Dukung segala kegiatannya dengan menggunakan cara yang masuk akal. Biarkan ia mendapatkan risiko yang sehat. Jangan membuatnya menjadi ketergantungan secara berlebihan pada kita.
  • Fokuslah pada apa yang mampu mereka lakukan, bukan apa yang tidak bisa mereka lakukan. Carilah cara untuk memaksimalkan kelebihan-keebihan mereka yang memumnginkan.
  • Carilah kesempatan khusus untuk membuatnya tahu bahwa kita sedang menghabiskan waktu bersamanya.
  • Tunjukkan bahwa kesalahan tidak sama dengan kegagalan. Seorang anak ADHD akan melihat kesalahannya sebagi kegagalan besar. Disini, para orang tua dapat menegur kesalahan mereka dengan humor yang baik, bahwa kesalahan bukanlah akhir dari dunia, justru kesalahan bermanfaat bagi kita agar mendapatkan solusi baru.
  • Hadiahi prosesnya, bukan hanya hasilnya. Penting untuk mengakui usaha seseorang dalam mencapai suatu tujuan.
  • Jangan membandingkan anak tersebut dengan anak lain yang normal. Karena ini hanya akan memperkuat pendapat yang rendah mengenai dirinya sendiri dan hanya akan menghancurkan perasaannya.
  • Bersikap realistis dengan harapan anda terhadap mereka. Jangan membatasi apa yang bisa ia lakukan atau akan menjadi apa ia nanti. Jika memberi sebuah tugas, berikanlah secara realistis, kira-kira berapa banyak ia akan sanggup menyelesaikannya. Bersiap juga untuk membantunya meraih hal-hal baru, namun jangan terlalu memaksa, karena jika anda memaksa, bisa jadi ia akan menyerah pada saat proses.
  • ADHD tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk tidak mencoba, berperilaku buruk, ataupun bebuat salah. Mereka membutuhkan dorongan semangat untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Bantulah mereka membedakan “tidak mampu” dan “tidak mau”.
  • Dukung usaha mereka dalam mengatasi tiap persoalan. Dengan cara mengetahui masalah mereka, bantu mereka memikirkan solusinya agar melatih mereka untuk berpikir, dan membantu mereka memutuskan solusinya.

So, jika punya kerabat yang mengidap ADHD, jangan jauhi mereka. jangan kucilkan mereka. berikan semangat pada mereka.

Memang tidak mudah menghadapi anak ADHD, saya tau, karena adik kandung saya mengalami ADHD. Ia tidak bisa konsentrasi pada suatu percakapan, ini memang menjengkelkan. Orang lain yang tidak tau kalau dia ADHD, mungkin akan tidak suka padanya, karena dikira nggak ‘care’ sama situasi. Namun kalo bukan kita yang sabar membantunya, siapa lagi?

terakhir, menurut saya, mengasuh anak ADHD itu seperti sedang melatih kesabaran dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s